photo was taken from Anne’s Flickr
Dear Father,
It’s not easy to be like an Abram…
But I will try my best to keep walking because I know that You will always be there, in a heart of mine…
photo was taken from Anne’s Flickr
Dear Father,
It’s not easy to be like an Abram…
But I will try my best to keep walking because I know that You will always be there, in a heart of mine…
9 Juli 2010 — Kawah Putih
“Pergi gak tau jalan akhirnya sampe juga berkat Google Maps! Seneng bisa pergi jauh dan tanpa rencana lagi sama kamu. Makasih Sayang.
Tuan.”
“Ga hanya berkat Google Maps, Abang… Tapi juga berkat saling percaya satu sama lain. Seandainya aku ga percaya sama kamu kalau kita pasti bisa sampe Kawah Putih ataupun kamu yang ga percaya, kita ga akan pernah sampe di sana. Makasih Sayang.
Nyonya.”
Hai hai semuaaaa…
Kangen ga sama saya? *ditimpuk sepatu*
Udah lama banget ya saya ga update blog
Maapkeun saya, mood nulisnya lagi ga dibawa terbang sama angin *ahlesyan* Oke, ga usah pake basa-basi, saya mau langsung berbagi cerita tentang orang ke tiga.
Pernah jadi orang ke tiga? Menurut saya, semua orang pernah merasakan bagaimana menjadi orang ke tiga. Buat saya, menjadi orang ke tiga seringkali membuat saya terhibur. Eits, jangan berpikiran negatif dulu ya
Orang ke tiga yang saya maksud di sini adalah orang yang terlibat secara tidak langsung. Dengan kata lain, merupakan orang yang tidak sengaja mendengar pembicaraan yang terjadi di sekitarnya.
Saya seringkali berada di posisi orang ketiga ini
dan tidak jarang saya tersenyum mendengar pembicaraan-pembicaraan yang terjadi di sekitar saya itu. Berikut saya akan membagi beberapa potongan-potongan pembicaraan yang pernah saya dengar, semoga membuat anda turut tersenyum
Pembicaraan 1
A : “Kapan nih kita beli Iphone yang baru itu? Orang-orang udah pada pake Iphone nih, masa kita ketinggalan…”
B : “Lo pengen banget ya? Gue belom tanya nih harganya. Tapi gue ga ngerti nih pake Iphone, gimana dong?”
Pembicaraan 2
Anak : “Mama, ayo dong cepetan, aku haus ni, maenan fesbuk mulu deh…”
Mama : “Iya, sebentar ah, udah pilih sandal dulu sana.”
Pembicaraan 3
C : “Waktu gue jalan-jalan ke Hongkong kemaren, gila dah berasa paling miskin di dunia gitu…”
D : “Lha kenapa?”
C : “Jadi ada tuh daerah dengan toko-toko berjejer yang isinya barang-barang yang bermerek dan harganya gila-gilaan gitu…”
Pembicaraan 4
E : “Mas, merek anu lagi diskon besar-besaran tuh di mall situ.”
F : “Lha terus? Kenapa bilangnya ke aku?”
E : “Ya siapa tau mau beliin…”
Pembicaraan 5
G : “Aduh bapak, saya udah mau pulang nih, office hour kan udah close pak…”
H : “Iya, masa ga ada waktu sebentar si buat nyelesain matters yang ini? Deadline report kan bentar lagi…”
G : “Saya capek nih, Pak. Udah tiap hari saya pulang jam 1 malem mulu dari kantor. Bapak ga kasian apa sama saya?”
Thank you for Nasi campur Kenanga, mangoes, Kafe Betawi, Prince of Persia, chocolate tiramisu, “sapi gosong”, Ratu Plaza, “Shrek 3D-Forever After”, durians, “Bangkok Traffic Love Story”, and D’cost.
Thank you for being here on last weekend, Dear.
Thank you for anger, smiles, laughs, kisses, hugs, tears and all of those sweet things.
Thank you for loving me…
We’ll make it in time, right!
Love you!