11 March 2009 - 11:26
Karimun Jawa-Part Two
Minggu pagi. Saya sudah bangun dari jam tujuh pagi. Hari itu kami mengunjungi pulau-pulau di sekitar Karimun Jawa. Dengan ditemani Pak Yanto, jam setengah 9 kami berangkat menuju dermaga. Kapal yang akan mengantar kami ternyata sudah menunggu sejak jam 8. Nelayan yang mengantarkan kami ternyata baru pertama kali mengantarkan tamu berkeliling ke pulau-pulau, namanya Pak Mustakin.
Pulau pertama yang kami kunjungi adalah Pulau Cemara besar, di pulau ini kami snorkeling hanya sebentar. Kami banyak menghabiskan waktu untuk narsis dengan kamera. Saya suka sekali pulau ini, pasir putihnya itu yang membuat saya jatuh cinta pada pulau ini.
Pulau kedua, Pulau Ujung Gelam. Pulau ini tak sebesar Cemara besar, pasirnya pun tak seputih di sana. Di pulau ini terdapat batu-batu karang besar di pinggir pantainya. Di Pulau ini, kami hanya snorkeling sebentar dan kembali narsis dengan kamera.

- Di Pulau Ujung Gelam
Pulau ketiga, Pulau Menjangan Kecil. Di pulau ini, kami sebenarnya harus membayar Rp10.000,- per orang. Namun, karena ada seorang tetangga pak Mustakin yang ada di sana waktu itu, jadilah kami tidak perlu membayar. Pulau ini memiliki pasir putih yang cukup indah, namun tidak lebih indah seperti di Cemara Besar.

- berteduh sejenak di Menjangan kecil

biarpun kulit mulai perih, Tuan tetap saja main-main di pinggir Pantai Menjangan Kecil
Pulau terakhir yang kami kunjungi adalah Pulau Menjangan Besar. Di pulau ini kami tidak turun ke darat. Kami hanya melihat penangkaran hiu di pinggiran pantai. Kami harus melalui jembatan-jembatan apung untuk mencapai ke rumah nelayan yang memiliki penangkaran ikan hiu tersebut. Selain ikan hiu, terdapat juga satu ekor barakuda, satu ekor ikan buntal, dua bintang laut dan beberapa ikan hias. Ikan-ikan tersebut kebanyakan ditangkap dengan menggunakan pancing, kecuali ikan hias.
Tempat penangkaran dipisah menjadi dua, satu tempat khusus ikan hiu, dan tempat yang satunya ikan hiu yang terdapat ikan barakuda di dalamnya. Di tempat yang tidak terdapat ikan barakuda, pengunjung dapat berenang, saya mencoba masuk sebentar, bahkan tidak sampai lima menit. Biarpun pemilik tempat tersebut mengatakan bahwa hiu-hiu itu tidak menggigit, tapi tetap saja saya tidak berani karena hiu-hiu itu terus lalu lalang di sekitar saya.
Di tempat yang terdapat ikan barakuda, pengunjung tidak diperbolehkan untung berenang. Menurut pak Mustakin, jika barakuda menggigit, tangan bisa putus dibuatnya. Jadi lebih baik tidak berenang kan daripada memilih kehilangan tangan :P Oiya, di tempat penangkaran ini pengunjung membayar Rp 5000,- sampai Rp 10.000,-
Sebelum meninggalkan tempat ini, saya melihat nelayan pemilik penangkaran sedang menyelam mengambil sesuatu di bawah jembatan-jembatan apung. Pak Mustakin bilang, dia sedang mengambil lato. Lato adalah salah satu tumbuhan laut yang bisa dimakan langsung. Pak Mustakin bilang, biasanya lato akan dicampur bumbu dan kelapa untuk memakannya, cara membuatnya hampir sama seperti urap. Saya dan Tuan mencoba untuk mencicipi lato, rasanya seperti jelly yang asin.
Kami meninggalkan pulau Menjangan besar dan beranjak menuju dermaga untuk kembali ke penginapan. Kulit kami mulai terasa perih setelah seharian terjemur matahari dan terkena air laut tanpa terlindungi oleh sun block. Sesampainya di penginapan, kami bergegas mandi untuk mengurangi rasa perih. Sore itu tak banyak yang kami berdua lakukan. Kami hanya memandangi foto-foto seharian itu sambil menikmati kelapa muda di penginapan. Malamnya, kami menikmati oseng cumi bikinan istri pengelola penginapan, dan tak lama setelah makan malam, kami pun terlelap setelah seharian bermain di laut
Senin kemarin, saya bangun jam 6. Pagi itu kami harus menyudahi liburan dan kembali ke kehidupan nyata, KULIAH. Karena KMC Kartini I telah bertolak hari sebelumnya menuju Semarang, maka pagi itu kami harus menyeberang ke Jepara menggunakan KMP Muria. Kami membayar Rp31.000,- per orang untuk tiket kelas ekonomi KMP Muria.
KMP Muria beranjak dari dermaga Karimun Jawa sekitar jam 9 pagi, dan sampai di pelabuhan Jepara jam 3 sore. Turun dari kapal, kami langsung mencari becak untuk mengantarkan kami ke terminal, karena kami akan melanjukan perjalanan ke Semarang. Sebelumnya kami merencanakan untuk menggunakan jasa travel, tapi sayang travel yang direkomendasikan gadis cantik asal Jepara itu sudah penuh. Akhirnya, kami menggunakan bis kecil menuju Semarang.
Perlu kalian ketahui, semua bis yang menuju Semarang dari Jepara ini, tidak ada yang menggunakan AC, hanya ada bis kecil ekonomi dengan tarif Rp 11.000,- per orang. Kami sampai di Semarang sekitar jam 5 lewat, kami langsung mencari taksi menuju TIC (Tourism Information Center) yang berada di Jalan Pemuda, Semarang. Kami memang sudah meminta tolong pada Didut untuk membelikan tiket shuttle bus Joglo Semar untuk pulang ke Jogja malam itu. Tarif shuttle bus Joglo Semar ini sebesar Rp40.000,- per orang.
Malam itu, kami sampai di Jogja juga di Jogja. Waktu saat itu menunjukkan jam 10 malam ketika saya sampai di kost. Saya langsung membongkar isi tas, mandi, chat sebentar dengan Tuan, dan akhirnya memaksa untuk beristirahat karena saya harus kuliah jam tujuh pagi.
Begitulah review trip perjalanan liburan saya kali ini. Saya tak pandai bercerita, saya berharap review liburan ini bisa membantu kalian yang ingin berlibur ke Karimun Jawa. Beberapa foto bisa dilihat di Album “TripĀ To Karimun” milik Tuan di FB. Sekian.













Trip selanjutnya ke Phiphi Island yah
saya suka langitnya…. biru banget…
oke, ini review tempat wisata ato posting narsis?
daku tertarik dg barracuda-nya….
berapa lama menyembuhkan kulitmu yang terbakar itu tet?
sundak kalaaaaaah!
*kemaskemas ke karimun*
btw tet, itu buat snorklingnya nyewa di mana?
yg mo ke karimun lagi berikutnya daku ikutan kekekeke~ dijamin aman *guide berlisensi abal abal*
lato itu makanan kesukaanku, biasanya ibuku selalu dimasak bumbu kencur kelapa pedas….ah jd pengen makan lato
Keren uyy. Pengen. Hiks..hiks..*Ke Jawa aja gak pernah..
huaaaaaa…. pasirnya keren bgt tet..
eh btw, kira2… amannya bw brp duit ya…total?
tet,. butuh mandi susu?
Pingin sih suatu saat ke sana, tapi masalahnya suka mabuk laut … hiks
penegn…. lautnya indah banget….
tapi kalo melihat kulitmuw yg merah terbakar, jadi mikir2 lagi… hehe
indonesia itu indah. masih banyak tempat-tempat indah yang belom diexplore nih…. :|
gimana sakit kulitnya? :mrgreen:
gak ada apa-apanya lah ya, dibanding pengalaman di karimun jawa itu
smuanya keren dan asli, bikin saya ngiri
fotonya bikin ngiri… ;(
wwwwwwwwwwwwwiiiii… bagus banget fotony!!!!
waw.. Karimun Jawa, my next trip.. *meskipun baru rencana*
suka sama foto-fotonya. bagus. tapi lebih pengen komentar soal blognya. blognya simpel. tapi keren!
arghhhh…. fotonya juaraaaaaaa! keren!
mbak, itu potonya kok bagus-bagus karena ada potonya sampeyan, karena tukang potonya jago, apa memang pulaunya bagus ya?
saya curiga kok alasan yang pertama ya ;p
pantesan buru-buru ngerjain akuntansi, mo bulan madu rupanya heuheuehue…..next trip buat anak pra MM 51..!! utet jadi guidenya hehehe…
*blog lo gue link yak*
harus ke sana….
harus ke sana….
harus ke sana….
harus ke sana….
harus ke sana….
harus ke sana….
Semoga secepatnya… AMIIINN!!
aku pengen ke sana!
eh itu pak mustakin-nya ato yg nganter2 pake perahu/kapal ke pulau2 dibayar berapa Tet?
*ngitung tabungan*
sist, kemarenan ke karimun jawa backpacker ato ikut jasa travel gitu?
pengen perinciannya donk, oia penginapannya juga gimana?
thanks a lot ya sist ^_^
@aci, ada koq di postingan yang Karimun-part one ;)