14 May 2009 - 18:21
Kuliah Baru Itu
Setelah sebulan menghabiskan liburan trimester dengan bermalas-malasan, nongkrongin XXI (entah itu nonton ataupun nge-game) berdua dengan Tuan, dan pulang ke rumah di lampung untuk kangen-kangenan, akhirnya saya menyentuh blog ini lagi
Sebenarnya banyak sekali yang ingin saya ceritakan dari liburan kemarin, mulai dari keranjingan nongkrongin XXI, si Tuan yang sempat sakit seminggu sebelum saya pulang ke rumah, saya yang menghabiskan hampir sebagian besar waktu liburan di rumah bersama si Setan kecil yang semakin pintar dan semakin lincah, sampai insiden tabrakan dua motor yang menyebabkan tabrakan beruntun karena pada akhirnya menabrak mobil saya dari belakang *gondok banget*. Tapi berhubung postingan ini akan sangat panjang dan membosankan, saya memutuskan untuk tidak menulisnya. Jika kalian ingin mengetahui detail ceritanya, silahkan kirim private message untuk saya, dan saya akan dengan sukarela menceritakannya pada kalian semua ;)
Lalu, saya akan bercerita tentang apa? Berhubung saya baru saja memulai kuliah reguler di MM UGM, saya akan menceritakan sedikit apa yang saya alami selama dua minggu terakhir ini.
Setelah menyelesaikan kuliah Pra-MM alias kuliah persiapan sebelum mengikuti program MM selama 4 bulan kemarin, akhirnya saya memulai juga kuliah yang sebenarnya. Mengapa saya bilang kuliah sebenarnya, karena, tidak seperti trimester (trimester=caturwulan) pra-MM kemarin yang nilainya tidak berpengaruh pada IPK, mulai trimester ini nilai yang saya peroleh akan diakumulasikan ke dalam IPK yang akan tertera di transkrip nilai nanti. Singkat kata singkat cerita, intinya saya tidak bisa sama santainya pada saat saya melewati trimester pra-MM kemarin.
Atas kemauan papa, saya mengambil kelas internasional di program MM ini. Kelas ini mengharuskan semua aktivitas, baik pembelajaran di kelas maupun tugas-tugas yang diberikan harus saya selesaikan menggunakan bahasa Inggris. Pertemuan pertama hanya diisi dengan penjelasan silabus dan overview mata kuliah. Kebanyakan kelas mengharuskan untuk membuat big paper yang harus dikumpulkan pada akhir pertemuan sebelum ujian akhir, dalam bahasa Inggris tentunya. Belum lagi presentasi kelas
yang bahkan ada mata kuliah yang mengharuskan saya melakukan presentasi secara individu, dikarenakan jumlah mahasiswa hanya 16 orang. Di dua kelas bilingual, mahasiswa masing-masing kelas berjumlah lebih dari 30 orang, sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan presentasi individu.
Seminggu pertama saya melewati enam kelas dengan penuh keterpaksaan. Hal ini disebabkan kepanikan saya yang luar biasa berkaitan dengan “using English”. Saya memang telah melewati persyaratan nilai TOEFL minimum yang diminta lembaga untuk mengikuti kelas internasional, tapi itu bukan berarti kemampuan bahasa Inggris saya sudah casciscus. Minggu itu saya ingin sekali pindah ke kelas bilingual, tapi saya tahu hal itu tidak akan mungkin bisa saya lakukan, karena papa pasti akan marah besar jika saya melakukannya. Jadi, mau tak mau saya harus tetap berada di kelas tersebut.
Trimester ini saya harus melewati 6 kelas, Operation Management, Organizational Behavior, Business Law, Financial Management, Marketing Management, dan Business Ethics. Ditambah lagi kelas “Managerial and Communication Skill” dan beberapa kuliah dengan dosen tamu. See!!! I should study hard if I want to get good grades
Minggu ini merupakan minggu ke-dua kuliah di trimester 1 ini. Kepanikan saya sudah jauh berkurang karena ternyata saya bisa (baca:lumayan) berhasil menyelesaikan kelas dan mengerjakan tugas yang harus dikumpulkan di minggu kedua ini dengan bantuan google translate dan Longman Dictionary of contemporary English.
Beruntungnya saya, selama di kelas saya masih bisa memahami apa yang disampaikan oleh dosen, dan mereka juga tidak terlalu memperdulikan bahasa Inggris saya yang belepotan pada saat saya berbicara. Selama saya aktif berpartisipasi dengan menjawab dan bertanya di kelas, mereka akan sangat senang.
Dan akhirnya, saya berhasil melewati satu minggu lagi di kelas internasional ini ;)
Begitulah sekelumit cerita perkuliahan saya selama dua minggu ini. Saya masih harus menghadapi program ini kurang lebih 1,5 tahun lagi, saya berharap bisa melaluinya dengan semangat
Doakan saya ;)


nunggu kamu punya temen aja dikelas itu..
pasti nanti semangat lagi..
hayoo 4nya di tunggu :p
semangat ! yang penting berani ngomong dulu aja dan tau sama tau :p
ayo semangat… jadi pengen ngambil master juga… secara spesialis harus kelar dokternya dulu…
8-| jadi inget kuliah ku…:|
ajarin aku doms bu…
^^)
pengennya sih juga bisa lanjut S2 tapi aku lebih prefer ke maksi sih..
cmn tabungan ku ga cukup buat biaya S2 (doh)
semangat ya bu….^^
aduh itu salah ngelink lagi
ok
saya doakan dehhh
moga2 lancar kuliahnya
Good luck tet
Saya ikut berdoa buat kesuksesan kuliah Utet!
Tet……
Pa kabar ? lama ga nulis nih…walau ga sesering dulu ngeliat’nya tapi khan tetep monitor
Doa teteplah…..semoga berhasil dan sukses……ga lupa khan ama teman jauh…?
semangat, utet!!!! wadaw, kamu hebat juga langsung lanjut MM! turut berduka atas insiden tabrakannya
duh jadi inget kuliah ni, sekarang aku lagi krjain skripsi, streeesssssss
Selamat Pagi,
Saya Andri asal dari Bandung. Saya ingin melanjutkan s2 ke UGM di Jogja dengan jurusan MM konsentrasi Keuangan (kelas Bilingual). Saya kuatir kalau saya tidak bisa mengikuti perkuliahan karena saya berlatar belakang jurusan ADMINISTRASI PENDIDIKAN – Universitas Pendidikan Indonesia Bandung. Tujuan saya melanjutkan S2 tidak lain adalah agar saya lebih mudah dapat pekerjaan baik di sektor swasta maupun negeri. Namun saya tidak ada gambaran bahwa MM konsentrasi apa yang akan saya ambil. Departemen Admisi UGM mengatakan bahwa ada 3 konsentrasi yang diminati yaitu Finance, Strategic and Marketing.
Oleh karena itu saya ingin menyampaikan beberapa pertanyaan:
1. Apakah untuk melanjutkan ke MM konsentrasi Keuangan tidak harus berlatar belakang S1 Akuntansi? Apakah besar kemungkinannya saya bisa mengikuti study dengan baik / mantap?
2. Apakah umumnya di Kelas MM Konsentrasi Keuangan Kelas Bilingual memiliki Info Kerja atau Teman Relasi Bisnis? Karena biaya studi berasal dari dana orangtua sepenuhnya, maka saya ingin mengurangi beban biaya yang ditanggung orangtua (ada rasa malu karena dibiaya Ibu saja).
3. Apakah setelah saya lulus dari MM Keuangan mempunyai banyak peluang untuk bekerja di sektor Negeri maupun di sektor swasta?
mohon penjelasan dan deskripsinya kalau di sektor negeri apa saja begitupun juga di sektor swasta.
Saya mengharapkan bantuan dari saudara (via email saja).
Terimakasih,
Salam
Maaf kalau commentnya ga nyambung dengan curhat kamu “Kuliah Baru Itu”. Mohon direspon yang Ito.
Salam kenal saja
Sincerely Yours,
Andri Sihotang