19 September 2009 - 0:11
Kecewa Berat
Kemarin malam saya dan Tuan ikut serta dalam kemeriahan nonton KCB ( Ketika Cinta Bertasbih) 2 bersama jelata. P.E.N.A.S.A.R.A.N. Itu yang memang menjadi alasan utama saya menonton film ini. Bukan karena tidak alasan tidak ada film lain yang lebih baik, atau hanya sekedar menghaiskan sisa-sisa hari sebelum saya pulang ke rumah untuk berlibur. Lalu, penasaran sama apanya? Jujur, saya belum pernah menonton KCB 1, jadi saya ngga tahu gimana awal mula cerita film ini. Namun, setelah mendengar komentar beberapa dari jelata yang telah nonton bareng KCB 1, saya tertarik ingin menontonnya. Lalu, apa yang bikin tertarik? Ah, silahkan kalian baca di sini, sini, sini, sini dan sini. :P
Lalu, sekarang saya mau buat review-nya? Ngga juga :mrgreen: beberapa teman saya telah membuatnya, tak perlulah saya menambahkannya lagi ;) Saya cuma ingin mengungkapkan kekecewaan saya pada film ini. Saya ngga suka film ini, akting beberapa pemainnya (aktor dan aktris pendatang baru) kurang begitu baik memainkan perannya. Selain itu, menurut saya ada beberapa bagian cerita dalam film ini yang berlebihan dan ngga masuk akal. Satu-satunya yang menurut saya bagus dalam film ini adalah akting Dedy Mizwar. Mungkin karena aktor senior kali yaaa…
Saya takut, pada saat nanti UU perfilman benar-benar diimplementasikan. Terutama tentang penayangan 60% film Indonesia dari seluruh jam tayang yang bioskop. Apakah film-film yang ditayangkan akan memeiliki kualitas yang sama seperti KCB 2 ini? Apakah film-film yang bernuansakan hantu-hantu dan komedi yang *menurut saya* dibuat setengah hati hanya untuk mencari profit jangka pendek akan semakin banyak?
Saya sebagai penonton saja sedihnya bukan main atas disahkannya UU perfilman ini, bagaimana mereka-mereka yang benar-benar ingin menjadikan perfilman Indonesia lebih maju, memiliki kualitas yang bisa diadu di kancah perfilman internasional?
Ah, mungkin anggota DPR punya jawabannya… :|



Sebab musabab kecewa adalah berharap. :P
Jadi, kecewa terhadap KCB 2 adalah karena…
*starter helikopter*
si Bungsu: tadinya saya berharap bisa melihat keanehan2 yang ada di KCB 1, nak Goen
Ana tak sabar ingin segera menonton film yang membangung jiwa ini. Syukron atas reviewnya … ^^
si Bungsu: jangan sampe ga nonton, Dit ;)
KAmu pasti kena AIDS ya???? :p
si Bungsu: jangan sembarangan menuduh, Fickry… Itu namanya suudzon *bener ga tulisannya*
eh, film-film hantu itu juga kena imbas UU perfilman. kamu jangan asal sembarang nuduh!
*pake bedak*
si Bungsu: lah, makanya itu… Sebelum ada UU aja film hantu2 itu aja ngga menarik, apalagi udah ada UU sekarang *kabur sebelum ditimpukin* :mrgreen:
positif lah dengan 60% itu.
jadul baru baca posting ini…
the rate was oke lah…