1. Skip to navigation
  2. Skip to content
  3. Skip to sidebar


Archive for the ‘feels’ Category



photo was taken from Anne’s Flickr

Dear Father,
It’s not easy to be like an Abram…
But I will try my best to keep walking because I know that You will always be there, in a heart of mine… :)

Kilat, petir, hujan, dan selimut yang hangat adalah teman yang paling menyenangkan saat mengingatmu.  :)

Miss you, Love! :*

Masih pake baju yang sama seharian ini, bahkan baju hangat pun ga dibuka. Rebahan di tempat tidur, mikirin kebodohan yang menyebabkan kesalahpahaman. Good job, ‘nang! Rasakan!

Damn, P.M.S!!! Membuat semua emosi menggelegak…

Seminggu terakhir ini saya terlibat obrolan sersan *serius tapi santai* dengan Tuan. Berawal dari sebuah tulisan yang membicarakan tentang masa depan sepasang manusia yang dilanda asamara di satu blog, jadi deh kami berdua tersulut api asmara untuk membicarakannya dengan Tuan. Widih, gaya ya kami :lol: Ah, namanya juga berdiskusi :D

Dan kamipun ngobrol ngalor-nggidul tentang masa depan si anu, si itu, dan si ini. Pasti terlintas di benak kalian, kenapa peduli banget kami membicarakan masa depan si anu, si itu dan si ini *bener kan, ayo ngaku :mrgreen: * Kami peduli, karena kami berteman dengan si anu, si itu dan si ini. Tapi jangan salah, kami hanya berdiskusi berdua saja kok, dan hasil diskusi kami ya kami simpan berdua, bukan lantas disampaikan kepada yang bersangkutan. Karena si anu, si itu dan si ini sudah dewasa semua, sudah sepantasnya mereka tahu mana yang baik dan yang tidak dilakukan untuk merencanakan masa depan mereka :D

Ketika saya mendengar kata ‘masa depan’, yang akan terlintas di kepala saya adalah kata ‘harapan’ :) Ya, harapan untuk besok, minggu depan, bulan depan, tahun depan, lima tahun lagi dan seterusnya. Harapan-harapan yang akan berubah menjadi rencana, dan rencana-rencana yang akan diusahakan untuk diwujudkan :) Bukannya saya ingin mendahului kehendak Tuhan dengan memutuskan apa yang akan menjadi masa depan saya, tapi apa salahnya jika saya memiliki harapan. Harapan yang baik bukan hanya untuk saya, melainkan juga untuk orang-orang di sekitar saya :)

Saya jadi teringat hubungan saya yang lalu dengan si mantan. Setelah berhubungan selama 3,5 tahun, akhirnya saya menyudahinya dengan alasan bahwa saya tidak punya masa depan dengannya. Bah! Bisa-bisanya saya berkata demikian, padahal saya bukan Tuhan yang bisa memutuskan apa yang terjadi besok. Saya memang bukan Tuhan yang bisa menjadikan apapun yang tidak mungkin menjadi mungkin, saya hanya mengambil kesimpulan dari apa yang telah saya rasakan dan saya dapat dari hubungan tersebut.

Saya dan mantan berbeda keyakinan, dan ini yang menjadi alasan paling mendasar buat saya untuk menyudahi hubungan tersebut. Lalu kenapa dulu saya menerima ajakannya untuk memulai sebuah hubungan dan bertahan sekian tahun? Nah ini dia yang tidak saya pikirkan di awal hubungan kami. Saat itu saya merasa masa depan itu nanti-nanti deh, yang penting jalani saja dulu, dan ternyata saya salah!

Bukannya saya menolak adanya hubungan dengan perbedaan keyakinan, saya dan orang tua hanya merasa tidak nyaman jika harus menjalani hal itu. Jujur saja, sebelum menikah, mama saya seorang muslim, tapi karena dia percaya bahwa masa depannya ada bersama Yesus dengan gandengan dari papa, maka dia memutuskan untuk berpindah keyakinan :)

Jalan satu tahun, saya mempertanyakan hal ini kepada si mantan, tapi jawaban dia sama seperti apa yang saya pikirkan dulu di awal. Tahun ke-dua berakhir saya pun kembali mencoba untuk mendiskusikannya, tapi jawaban yang saya dapat masih sama. Demikian halnya di tahun ke-tiga, tidak hanya satu kali saya mempertanyakan ini, dan saya tetap tidak mendapatkan jawaban yang berbeda. Dan akhirnya, selesai sudah.

Kita memang tidak bisa memutuskan apa yang akan terjadi dalam hidup kita, tapi saya selalu percaya kita bisa merencanakan bagaimana masa depan kita nanti. Berbekal usaha dan doa, bukankah Dia selalu mendengar :) Rencanakan masa depan yang baik untuk hidupmu, teman! Bukan hanya tentang cerita cinta, tetapi juga dalam keseluruhan hidupmu, harapan dan cita-citamu. Dan jangan lupa, harapan yang baik bukan hanya untuk diri kita sendiri, melainkan juga untuk orang-orang di sekitar kita :)

Seperti saya dan Tuan yang sedang merencanakan sesuatu yang indah untuk masa depan kami *kedip-kedipin Tuan* :)

gambar diambil dari sini

Why couldn’t you come here, Sis? I don’t have anyone hugging me. I’m so sad :’(