1. Skip to navigation
  2. Skip to content
  3. Skip to sidebar


Posts Tagged ‘film’

Akhirnya saya update blog, gyahahahaha… Setelah menunda-nunda, sampe lupa beberapa bahan tulisan, saya pun memaksa diri untuk memeluk si Kecil :D

Buat kalian yang mengikuti saya di Twitter, masih ingat salah satu tweet saya malam minggu kemarin? Kalo ga inget atau pas ga liat twitter, nih saya kasih skrinsyutnya :D

Ya, malam minggu kemarin saya bercucuran air mata! Putus? Jangan sampe dong :P Dapet nilai jelek? Saya lagi ga kuliah trimester ini :lol: Dicuekin pacar? Ngga koq, pas saya bercucuran air mata malah Tuan yang mengusap semua air mata saya sambil bilang, “jangan nangis terus dong…” :D Lha terus kenapa dong?

Jadi ceritanya malam minggu kemarin saya dan tuan pergi double death *baca: kencan bareng* sama pasangan imut nan baik hati-dua sahabat yang juga teman kuliah saya. Malam itu kami nonton film-nya si Om Ganteng- My Name is Khan. Dan film inilah yang membuat saya bercucuran air mata di malam minggu, dem! Buat kalian yang udah nonton film-nya, saya ga perlu certain lagi dong ya gimana jalan cerita film ini ;) Dan buat kalian yang belum nonton, saya juga ga mau cerita deh, biar nanti ga dibilang spoiler *ahlesyan* :mrgreen:

gambar diambil dari sini

Pesan yang dibawa film ini sih menurut saya bagus, bagaimana kita seharusnya bisa saling menghargai, menghormati dan saling menolong sekalipun perbedaan ada di antara kita semua, ga peduli agama, ras, warna kulit, adat, suku dan lain-lain yang dianggap perbedaan :) Film ini juga bercerita tentang kehilangan, ini sih yang paling membuat saya bercucuran air mata tak henti-henti. Alasannya masih sama seperti 1,5 tahun yang lalu ketika saya menangis pada saat nonton laskar pelangi *berusaha tahan untuk ga nangis*

Film ini memang tidak sebagus Avatar atau Hurt locker yang menyabet beberapa penghargaan Oscar, tapi layak tontonlah, apalagi buat kamu-kamu yang suka film drama dan yang gampang nangis seperti saya :P *p.s. Awas ya, jangan ada yang berani-beraninya nangis di depan saya, nanti saya bisa ikutan nangis :| *

Yang saya ga suka dari film ini, di ending ada beberapa adegan yang menurut saya ga oke :( khas film India banget deh :P Padahal selama tiga-perempat film saya udah larut sama jalan cerita, pake bercucuran air mata segala lagi, huh… Yang paling saya suka dari film ini, tentu saja karena ada si Om :cool: selain karena aktingnya yang bagus, dia juga masih ganteng bangeeeeettt!!! *mimisan* :mrgreen:

Jadi, apakah kalian pengen mimisan juga seperti saya? :P

Kemarin malam saya dan Tuan ikut serta dalam kemeriahan nonton KCB ( Ketika Cinta Bertasbih) 2 bersama jelata. P.E.N.A.S.A.R.A.N. Itu yang memang menjadi alasan utama saya menonton film ini. Bukan karena tidak alasan tidak ada film lain yang lebih baik, atau hanya sekedar menghaiskan sisa-sisa hari sebelum saya pulang ke rumah untuk berlibur. Lalu, penasaran sama apanya? Jujur, saya belum pernah menonton KCB 1, jadi saya ngga tahu gimana awal mula cerita film ini. Namun, setelah mendengar komentar beberapa dari jelata yang telah nonton bareng KCB 1, saya tertarik ingin menontonnya. Lalu, apa yang bikin tertarik? Ah, silahkan kalian baca di sini, sini, sini, sini dan sini. :P

Lalu, sekarang saya mau buat review-nya? Ngga juga :mrgreen: beberapa teman saya telah membuatnya, tak perlulah saya menambahkannya lagi ;) Saya cuma ingin mengungkapkan kekecewaan saya pada film ini. Saya ngga suka film ini, akting beberapa pemainnya (aktor dan aktris pendatang baru) kurang begitu baik memainkan perannya. Selain itu, menurut saya ada beberapa bagian cerita dalam film ini yang berlebihan dan ngga masuk akal. Satu-satunya yang menurut saya bagus dalam film ini adalah akting Dedy Mizwar. Mungkin karena aktor senior kali yaaa… :D

Saya takut, pada saat nanti UU perfilman benar-benar diimplementasikan. Terutama tentang penayangan 60% film Indonesia dari seluruh jam tayang yang bioskop. Apakah film-film yang ditayangkan akan memeiliki kualitas yang sama seperti KCB 2 ini? Apakah film-film yang bernuansakan hantu-hantu dan komedi yang *menurut saya* dibuat setengah hati hanya untuk mencari profit jangka pendek akan semakin banyak?

Saya sebagai penonton saja sedihnya bukan main atas disahkannya UU perfilman ini, bagaimana mereka-mereka yang benar-benar ingin menjadikan perfilman Indonesia lebih maju, memiliki kualitas yang bisa diadu di kancah perfilman internasional? :( Ah, mungkin anggota DPR punya jawabannya… :|