Satu jam yang lalu papa telpon saya. Seperti biasa ia hanya menanyakan kabar, karena anaknya yang tinggal seorang ini sudah tidak menelpon atau mengirimkan pesan sejak 3 hari yang lalu. Kami berbincang persoalan kuliah dan psikotes yang minggu depan akan saya jalani.
Saya mendengar ada suara mama di belakangnya, sedang bercengkerama dengan anak kecil. Ternyata di rumah sedang ada Louis si setan kecil. Tak lama papa memanggilnya untuk berbincang dengan saya di telpon. Bibir kecilnya itu menggumamkan kata-kata yang belum jelas terdengar, itupun papa harus mengajarinya.
Mendengar suaranya itu, saya jadi ingat ketika saya pulang ke rumah Natal kemarin. Saya hanya bertemu satu hari saja dengan Louis. Ia dan keluarganya harus berangkat ke rumah Opung (kakek-nenek)-nya untuk merayakan Natal di Sumatera Utara. Biasanya, kalau saya menghabiskan liburan di rumah, setiap hari saya selalu ada Louis. Ketika mama sudah menyerah untuk membangunkan saya, mama akan menjemput Louis dan mengajaknya ke rumah untuk membangunkan saya. Karena biarpun bibirnya mungil, suaranya itu membahana di seluruh sudut rumah.
Saya jadi ingin pulang ke rumah ^_^
Wait for me, Setan Kecil…


