Posts Tagged ‘mbilung’
Pelukan hangat di bandara hari minggu kemarin membuat air mata saya menggantung di pinggiran mata. Akhirnya, bisa juga saya menahan diri untuk tidak cengeng. Senang sekali bisa ada di pelukan yang memang sengaja saya minta sebagai ucapan terimakasih dan sayang saya kepadanya.
Sebelum 5 September 2008 saya tidak pernah mengenal Beliau, bermimpi akan bertemu seseorang seperti sosoknya pun tidak pernah terlintas di kepala saya. Jum’at pertama di bulan September 2008 itu merupakan malam kedua saya berkumpul dengan jelata, malam yang penuh tawa. Pertemuan pertama dengannya itu berisi obrolan yang penuh dengan guyon, karena kami mencoba menggoda funkshit, salah satu jelata yang menurut kami merupakan jelata terlucu, dan menjadi ikon tersendiri bagi Cah Andong. Setelah pulang dari juminten, saya berusaha untuk mencari tahu tentang Beliau melalui Wiki Cah Andong dan sayapun wara-wiri membaca blognya. Ada rasa penasaran yang lebih malam itu, rasanya saya ingin selalu berbincang dengannya, sekalipun hanya obrolan tak jelas yang hanya akan mengundang tawa.
Saya mencoba memulai komunikasi melalui Yahoo Messenger setelah saya mendapatkan ID-nya dari ketua kelas. Saat itu saya tidak berharap banyak Beliau akan membalas sapaan saya, karena saya pikir siapa saya yang baru saja dikenalnya beberapa hari dan mencoba-coba untuk mengajaknya berbincang. Tapi tak disangka, Beliau mau membalas pertanyaan-pertanyaan dan obrolan-obrolan tak penting dari anak manja ini. Beliau pernah bilang, “Obrolan ga penting itu perlu Utet, untuk menghilangkan penat hati dan otak…” Semenjak itu, hampir setiap hari kami bertemu di layar kaca ini, dan apapun topiknya selalu Beliau tanggapi, dan saya pun menjadi pasiennya. Beliau selalu menyediakan kedua telinganya untuk mendengarkan siapapun dan tentang apapun. Itulah mengapa banyak yang bilang, beliau merupakan pribadi yang menyenangkan.
Saya masih ingat ketika saya melemparkan guyon “Wis, wayahe Pakdhe..” pada saat Beliau memijat-mijat kepala karena migrain yang mengganggunya. Seharusnya saya tidak pantas mengatakannya kepada Beliau, ditambah lagi saya belum kenal lama, tidak sopan sekali rasanya. Namun, Beliau menanggapinya dengan guyonan-guyonan lain yang membuat jelata lainnya tertawa, dan membuat juminten menjadi lebih semarak. Sejujurnya, terkadang saya tidak suka melihat beliau kurang tidur, karena menurut saya hal itu yang menyebabkannya sering migrain. Dan lagi, saya sungguh tidak tega kalau harus melihatnya meringis kesakitan. Tapi apa mau dikata, Beliau ini keras kepala alias ‘ngeyel’ kalau disuruh tidur yang cukup, malahan bisa lebih riwil dibandingkan saya yang menurutnya saja sudah riwil.
Hal lain lagi yang saya ingat adalah ketika dia memanggil saya “jahanam”. Beliau memanggil demikian karena menurutnya saya berusaha menggodanya untuk batal puasa, meskipun hanya lewat Yahoo messenger. Padahal tanpa saya mengajakpun, saya yakin hari itu Beliau takkan menunaikan puasanya *lagi*. Satu hal yang tidak akan pernah saya lupakan adalah, ketika pertama kali memanggil saya ‘cupcake’, selain itu Beliau juga memanggil saya dengan ‘pumpkin’. Kedua kata itu bermakna “a beloved girl or woman”, itu yang saya dapatkan dalam kamus. Saya terdiam, terharu dan merasa istimewa saat itu *bahkan sampai sekarang*, karena dia mau memanggil saya dengan kedua nama istimewa itu.
Banyak sekali cerita yang sudah ada dalam waktu hampir dua bulan ini, dan semuanya tak mungkin habis saya ceritakan hanya dalam satu postingan ini. Dalam hampir dua bulan saja sudah begitu banyak cerita yang saya punya bersamanya, apalagi kalau sampai mati saya bisa mengenal Beliau??
Terimakasih untuk kedua telinga yang selalu tersedia untuk anakmu yang satu ini, Pakdhe…
Saya berharap bisa selalu mengenal wajah yang mengipuk itu…


