1. Skip to navigation
  2. Skip to content
  3. Skip to sidebar


Posts Tagged ‘setan kecil’

Ngga kerasa udah mau pulang lagi ke Lampung hari sabtu ini. :P Padahal belum ada sebulan yang lalu saya pulang ke rumah. Kalau kepulangan terakhir saya kemarin karena libur pergantian trimester, pulang kali ini karena libur lebaran. Dalam setahun saya bisa pulang ke rumah 4-5 kali *anak kost macam apa sebentar-sebentar pulang* :D

Kalau ditanya apa yang menyenangkan di rumah sehingga saya sering pulang, saya juga malah bingung sendiri. Wong di rumah saya juga sangat jarang berpergian. Maunya sih keluar sama temen-temen SMA, reuni sama temen-temen SMP, SD, atau bahkan TK. Tapi apa mau dikata, seringnya sih janji-janji bertemu berakhir pada permintaan maaf. Aktivitas kami yang sudah berbeda-beda, jadwal libur yang tidak lagi sama, belum lagi papa dan mama yang riwil minta diantar ke sana ke sini, mengharuskan saya untuk betah di rumah.

Satu-satunya hiburan paling yahud kalo pas di rumah adalah si Setan kecil. :D Biasanya saya merengek ke mama, supaya beliau mau menjemput si setan kecil untuk dibawa ke rumah :mrgreen: Biasanya kalo ngga riwil, semua permintaan terpenuhi, dia akan bertahan di rumah dari pagi sampai malam :P Seharian saya bisa bermain bersamanya, naik turun tangga di rumah, berantem-beranteman di kamar mama, mengajaknya membeli es krim, atau membeli martabak :P

Liburan kemarin saya ngga bawa apa-apa untuknya, tapi kepulangan kali ini, saya membawa dasi-dasi kecil ini buat si Setan Kecil. Semoga dia mau memakainya, biar tambah ganteng :D

CIMG6766

Satu jam yang lalu papa telpon saya. Seperti biasa ia hanya menanyakan kabar, karena anaknya yang tinggal seorang ini sudah tidak menelpon atau mengirimkan pesan sejak 3 hari yang lalu. Kami berbincang persoalan kuliah dan psikotes yang minggu depan akan saya jalani.

Saya mendengar ada suara mama di belakangnya, sedang bercengkerama dengan anak kecil. Ternyata di rumah sedang ada Louis si setan kecil. Tak lama papa memanggilnya untuk berbincang dengan saya di telpon. Bibir kecilnya itu menggumamkan kata-kata yang belum jelas terdengar, itupun papa harus mengajarinya.

Mendengar suaranya itu, saya jadi ingat ketika saya pulang ke rumah Natal kemarin. Saya hanya bertemu satu hari saja dengan Louis. Ia dan keluarganya harus berangkat ke rumah Opung (kakek-nenek)-nya untuk merayakan Natal di Sumatera Utara. Biasanya, kalau saya menghabiskan liburan di rumah, setiap hari saya selalu ada Louis. Ketika mama sudah menyerah untuk membangunkan saya, mama akan menjemput Louis dan mengajaknya ke rumah untuk membangunkan saya. Karena biarpun bibirnya mungil, suaranya itu membahana di seluruh sudut rumah.

Saya jadi ingin pulang ke rumah ^_^
Wait for me, Setan Kecil…